EnergofiksikListrik Rumah ID

Kalkulator

Kalkulator PLTS Atap Rumah

Sebagian besar kalkulator panel surya masih menghitung seolah kelebihan energi bisa "dititipkan" ke jaringan PLN. Sejak Permen ESDM No. 2 Tahun 2024, itu tidak lagi berlaku — dan asumsi yang keliru bisa membuat perkiraan balik modal meleset bertahun-tahun. Kalkulator ini memakai aturan yang berlaku sekarang.

Kalkulator kebutuhan PLTS atap

Kapasitas sistem
Jumlah modul
Luas atap dibutuhkan
Produksi per bulan
Perkiraan investasi
Penghematan per bulan
Perkiraan balik modal
Pemakaian yang dihitung

Perhitungan mengabaikan degradasi modul (±0,5% per tahun), biaya penggantian inverter pada tahun ke-10–12, dan kenaikan tarif listrik di masa depan. Dua faktor terakhir bergerak berlawanan, jadi angka balik modal di atas cukup mendekati untuk perbandingan kasar.

01Rumus dan asumsinya

kWp = (kWh sebulan × target) ÷ (30 × JMP × PR)
Produksi = kWp × JMP × PR × 30
Penghematan = produksi × porsi dipakai sendiri × tarifJMP = jam matahari puncak per hari · PR = performance ratio, memperhitungkan rugi inverter, kabel, suhu, dan debu.

Baris terakhir adalah yang membedakan perhitungan ini dari kebanyakan simulasi lain. Yang bernilai rupiah bukan seluruh produksi, melainkan hanya bagian yang terpakai langsung saat matahari bersinar. Energi yang mengalir ke jaringan tidak mengurangi tagihan Anda.

Diagram alur energi PLTS atap on-grid dari modul surya ke inverter, panel rumah, dan beban, dengan ekspor ke jaringan yang tidak lagi mengurangi tagihan
Gbr. 01Setelah net-metering dihapus, ukuran sistem sebaiknya dipas ke beban siang hari — bukan ke total pemakaian sebulan.

02Angka bawaan dan dari mana asalnya

Asumsi bawaan kalkulator
ParameterNilai bawaanKisaran wajar di Indonesia
Jam matahari puncak4,2 jam/hari3,8 (Jawa Barat, Sumatera Utara) sampai 4,8 (NTT, Sulawesi Selatan)
Performance ratio78%72–82% untuk sistem on-grid tanpa bayangan
Daya satu modul550 Wp450–620 Wp untuk modul monokristalin pasaran
Harga terpasangRp 15 juta/kWpRp 14–20 juta/kWp on-grid tanpa baterai
Porsi dipakai sendiri65%40–55% kalau rumah kosong siang hari; 70–85% kalau ada AC atau pompa siang

Luas atap dihitung dari efisiensi modul sekitar 22%, yaitu sekitar 2,4 m² untuk modul 550 Wp — belum termasuk jarak antarbaris dan ruang perawatan.

03Yang sengaja tidak dimasukkan

  • Degradasi modul sekitar 0,5% per tahun — setelah 10 tahun produksi turun sekitar 5%.
  • Penggantian inverter pada tahun ke-10 sampai ke-12, sekitar 12–18% dari nilai investasi awal.
  • Kenaikan tarif listrik di masa depan, yang justru memperpendek balik modal.
  • Biaya perizinan dan penyesuaian instalasi di sisi PLN, yang bervariasi antar wilayah.

Dua faktor pertama memperburuk dan faktor ketiga memperbaiki, sehingga sebagian besar saling meniadakan. Angka balik modal di kalkulator cukup mendekati untuk membandingkan pilihan, tapi jangan dipakai sebagai dasar akad pembiayaan tanpa penawaran resmi dari pemasang.

Latar belakang teknis dan regulasinya dibahas di panel surya rumah dan cara kerja panel surya.

Pertanyaan yang sering masuk

Berapa panel surya yang dibutuhkan rumah 1.300 VA?

Rumah 1.300 VA biasanya memakai 150–250 kWh per bulan. Untuk menutup 70% dari 200 kWh dibutuhkan sekitar 1,4 kWp, atau tiga modul 550 Wp dengan luas atap sekitar 7 m². Perlu dicatat bahwa daya inverter juga dibatasi oleh daya kontrak Anda.

Apakah PLTS atap masih menguntungkan setelah net-metering dihapus?

Masih, tetapi hanya kalau sebagian besar produksinya terpakai langsung. Rumah yang penghuninya ada di siang hari, punya AC atau pompa yang bekerja siang, atau menjalankan usaha dari rumah, tetap mendapat balik modal 7–10 tahun. Rumah yang kosong dari pukul tujuh pagi sampai enam sore akan melihat angka itu memanjang jauh — dan sistem yang lebih kecil justru lebih masuk akal.

Apakah perlu baterai?

Baterai menaikkan porsi yang dipakai sendiri mendekati 100%, tapi menambah 40–70% pada biaya investasi dan punya umur pakai sendiri sekitar 10 tahun. Secara ekonomi murni, untuk sebagian besar rumah tangga baterai belum menutup biayanya. Alasan yang lebih kuat untuk memasangnya adalah ketahanan terhadap pemadaman, bukan penghematan.

Berapa luas atap yang dibutuhkan per kWp?

Sekitar 4,5–5 m² per kWp untuk modul monokristalin efisiensi 21–22%. Angka ini belum menghitung jarak antarbaris untuk menghindari bayangan dan ruang gerak saat pembersihan, jadi sediakan sekitar 20% lebih luas dari hasil hitungan.