Kalkulator
Kalkulator Token Listrik Prabayar
Token Rp 100.000 tidak pernah menjadi Rp 100.000 kWh — dan juga bukan sekadar dibagi tarif. Ada pajak daerah yang dipotong lebih dulu, kadang ditambah biaya admin gerai. Kalkulator ini memperlihatkan ke mana setiap rupiahnya pergi.
Kalkulator token listrik prabayar
- kWh yang Anda terima
- 0kWh
- Perkiraan bertahan
- —
- Potongan pajak (PPJ)
- Rp 0
- Harga efektif per kWh
- Rp 0
Rumus yang dipakai: kWh = (nominal − admin − materai) ÷ (tarif × (1 + PPJ)). Materai Rp 10.000 hanya dikenakan pada transaksi Rp 5.000.000 ke atas.
| Nominal | kWh diterima | Perkiraan bertahan |
|---|
01Rumus resmi dan contohnya
Contoh: pelanggan 1.300 VA di Jakarta membeli token Rp 100.000 lewat mobile banking tanpa potongan admin. Tarifnya Rp 1.444,70 dan PPJ Jakarta 3%.
= 100.000 ÷ 1.488,04
= 67,2 kWh
Pelanggan 900 VA nonsubsidi dengan tarif Rp 1.352 menerima lebih banyak dari nominal yang sama: 100.000 ÷ 1.392,56 = 71,8 kWh. Selisih itu semata-mata karena tarif per kWh-nya berbeda, bukan karena potongannya berbeda.
02Apa saja yang memotong nominal token
| Komponen | Besaran | Catatan |
|---|---|---|
| PPJ / PBJT-TL | 3–10% | Pajak daerah, besarannya ditetapkan pemerintah kabupaten/kota. Tidak bisa dihindari. |
| Biaya admin | Rp 0–5.000 | Ditetapkan gerai atau aplikasi, bukan PLN. Sebagian bank menggratiskannya. |
| Materai | Rp 10.000 | Hanya untuk transaksi Rp 5.000.000 ke atas. |
Tidak ada "potongan PLN" lain di luar ketiganya. Kalau kWh yang masuk terasa jauh lebih kecil dari hitungan di atas, periksa apakah golongan tarif Anda sudah benar — bukan mencari potongan tersembunyi.
03Kalau angka yang masuk tidak sesuai
- Periksa golongan tarif Anda di struk atau di aplikasi PLN Mobile. Banyak orang mengira dirinya 900 VA subsidi padahal sudah dipindahkan ke 900 VA nonsubsidi (RTM) yang tarifnya lebih dari dua kali lipat.
- Periksa PPJ daerah Anda. Selisih antara 3% dan 10% mengubah hasil hampir 7%.
- Periksa apakah ada tunggakan yang dipotong. Pelanggan yang punya sisa tagihan susulan atau denda akan melihat sebagian nominal token terpakai untuk melunasinya lebih dulu.
- Bandingkan angka layar sebelum dan sesudah. Selisih di layar meter adalah kebenaran terakhir — bukan angka di struk.
Kalau setelah semuanya diperiksa selisihnya tetap besar, catat nomor token dan waktu pembelian, lalu laporkan ke PLN 123. Cara membaca panel meter prabayar dibahas di cara membaca kWh meter.
—Pertanyaan yang sering masuk
Token listrik Rp 100.000 dapat berapa kWh?
Untuk pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA dengan PPJ 3%, sekitar 67 kWh. Untuk 900 VA nonsubsidi sekitar 72 kWh. Untuk 900 VA bersubsidi, yang tarifnya Rp 605, sekitar 160 kWh. Di daerah dengan PPJ 10%, angka-angka itu turun sekitar 6–7%.
Kenapa token saya cepat habis padahal pemakaian sama?
Penyebab paling sering adalah golongan tarif yang berubah dari subsidi ke nonsubsidi, alat baru yang menyala nonstop, atau kebocoran arus pada instalasi lama yang membuat meter terus berjalan meski semua alat dimatikan. Cara mengujinya: matikan seluruh MCB grup, lalu perhatikan apakah lampu indikator pemakaian di meter masih berkedip. Kalau masih, ada arus yang mengalir di luar sepengetahuan Anda.
Apakah token listrik ada masa kedaluwarsanya?
Kode token tidak kedaluwarsa dan bisa dimasukkan kapan saja, tapi satu kode hanya bisa dipakai satu kali dan hanya pada meter dengan nomor ID pelanggan yang sesuai. kWh yang sudah masuk ke meter juga tidak hangus meski tidak dipakai berbulan-bulan.
Apakah beli token di aplikasi lebih murah daripada di minimarket?
Harga listriknya identik — yang berbeda hanya biaya admin. Aplikasi perbankan sering menggratiskannya, gerai ritel biasanya menarik Rp 2.500–3.000. Untuk pembelian Rp 100.000, selisih itu setara sekitar 2 kWh.